Oleh: Ardhana Salemba 

Di tengah situasi dunia yang tidak baik-baik saja konflik di berbagai wilayah, krisis energi global, hingga ketidakpastian ekonomi Indonesia justru masih berdiri relatif stabil. Harga BBM yang masih terkendali, ketersediaan gas yang tetap ada, serta bahan kebutuhan pokok yang masih bisa dijangkau masyarakat menjadi sebuah realitas yang patut kita renungkan.

Bukan berarti semuanya sempurna. Tentu masih ada kekurangan, masih ada kebijakan yang terasa belum tepat bagi sebagian masyarakat. Namun di tengah badai besar yang melanda dunia, kondisi ini layak untuk disyukuri.

Sering kali, ruang publik kita dipenuhi dengan kritik, bahkan hujatan yang tidak membangun. Seolah-olah tidak ada yang benar dari apa yang dilakukan pemerintah. Padahal, dalam kondisi global yang penuh tekanan, menjaga stabilitas bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, strategi, dan koordinasi yang tidak sederhana.

Sikap kritis memang penting. Dalam negara demokrasi, kritik adalah bagian dari kontrol sosial. Namun kritik yang baik bukanlah hujatan. Kritik yang baik adalah yang memberikan solusi, bukan sekadar meluapkan emosi. Kritik yang membangun akan memperkuat, sedangkan hujatan tanpa arah justru melemahkan semangat bersama.

Dalam ajaran budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia, kita diajarkan untuk menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan doa. Ketika pemerintah berusaha menjalankan tugasnya, masyarakat pun seharusnya turut mendoakan agar setiap kebijakan yang diambil membawa kebaikan bagi semua. Sebab pada akhirnya, dampak dari kebijakan tersebut juga akan kembali kepada kita sebagai rakyat.

Bersyukur bukan berarti menutup mata terhadap masalah. Bersyukur adalah kemampuan melihat kebaikan di tengah kekurangan. Ketika kita mampu bersyukur, kita akan lebih jernih dalam berpikir, lebih bijak dalam bersikap, dan lebih konstruktif dalam menyampaikan pendapat.

Bayangkan jika energi yang kita habiskan untuk menghujat dialihkan menjadi doa dan dukungan. Bukan tidak mungkin, suasana kebangsaan akan menjadi lebih sejuk, persatuan akan lebih kuat, dan solusi akan lebih mudah ditemukan.

Indonesia adalah rumah kita bersama. Ketika rumah ini sedang menghadapi tantangan, yang dibutuhkan bukanlah saling menyalahkan, melainkan saling menguatkan. Pemerintah bukanlah entitas yang terpisah dari rakyat ia adalah bagian dari kita semua.

Maka, di tengah kondisi yang ada saat ini, mari kita belajar untuk lebih bijak: tetap kritis, namun tidak sinis; tetap peduli, namun tidak mencaci; tetap berharap, sambil terus mendoakan yang terbaik untuk negeri ini.

Karena pada akhirnya, bangsa yang kuat bukan hanya dibangun oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh rakyat yang mampu menjaga harapan dan persatuan.

Post a Comment