Oleh: Ardhana Salemba
Di sebuah desa pesisir yang terkenal dengan ikan asinnya yang “level dewa”, hiduplah seorang nelayan sederhana bernama Masduki. Orangnya santai, tapi kadang suka sok berani terutama kalau lagi nggak ada yang lihat.
Suatu malam, Masduki nekat melaut sendirian. Katanya sih biar hasil tangkapannya banyak, padahal sebenarnya dia kalah main gaple sama warga, jadi kabur biar nggak disuruh traktir.
Langit gelap, angin sepoi-sepoi, dan laut mulai beriak aneh.
“Ah paling cuma ombak biasa,” kata Masduki sambil nyanyi dangdut sumbang.
Tiba-tiba…
GLOMBANGGG!!!
Air laut terbelah, dan muncullah seekor naga laut raksasa! Sisiknya berkilau, matanya merah menyala, dan napasnya… bau minyak kayu putih.
Masduki langsung gemetar.
“I-itu… naga beneran?!” katanya.
Naga itu mendekat, tapi bukannya mengaum menakutkan, malah bersin.
“HACHIIIMMM!!”
Air laut sampai ciprat ke muka Masduki.
“Eh… naga kok pilek?” Masduki bingung.
Naga itu ngomong dengan suara berat tapi sengau, “Aku… siluman naga laut… penjaga samudra… tapi sekarang lagi masuk angin…”
Masduki melongo. “Lah… naga kok masuk angin? Kurang kerokan kali, Pak.”
Naga itu langsung duduk lemas di atas air. “Dari tadi muter-muter jaga laut, eh kena angin malam… perutku kembung…”
Masduki, yang biasanya takut setengah mati sama hal gaib, malah jadi iba.
“Yaudah, sini… saya punya minyak kayu putih sama koin,” katanya.
Akhirnya, di tengah laut yang gelap dan mistis, terjadilah pemandangan yang absurd:
Masduki ngerokin naga laut raksasa.
“Tarik napas, Pak Naga… satu… dua…”
“AAAAAHHH enak… lanjut dikit di punggung…”
Setelah beberapa menit, naga itu terlihat segar kembali.
“Terima kasih, manusia… sudah menolongku…” katanya dengan wibawa.
Masduki senyum bangga. “Sama-sama. Tapi jangan lupa, kalau sehat, bantu saya cari ikan ya.”
Naga itu mengangguk, lalu mengibaskan ekornya.
BLUBBLUBBLUB!!!
Dalam sekejap, ikan-ikan meloncat masuk ke perahu Masduki.
Masduki sampai panik. “Woy cukup! Ini bukan lomba borong ikan!”
Naga itu tertawa. “Sebagai balasan… aku beri rezeki.”
Sejak malam itu, Masduki jadi nelayan paling sukses di desa. Tapi ada satu rahasia yang dia simpan rapat-rapat…
Kalau lagi melaut sendirian, kadang terdengar suara dari bawah laut:
“Masdukii… bawa koin lagi ya… perutku mulai masuk angin lagi…”
Dan Masduki cuma bisa geleng-geleng sambil nyiapin minyak kayu putih.

Posting Komentar